Kontribusiku Bagi Indonesia Essay Lpdp Rispro

JAKARTA - Banyak pelamar beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mendambakan lolos dengan mulus pada tiap tahapan seleksi, termasuk lolos seleksi esai. Tentu saja, menulis esai LPDP tidaklah semudah mengarang bebas atau menuangkan curhatan hati di atas kertas.

"Esai LPDP akan berkaitan erat dengan tulisan ilmiah populer yang padat informasi verifikatif (tidak mengada-ada), faktual, dan renyah dibaca," ujar Shulhan Rumaru, penerima beasiswa LPDP BIT 2017 kepada Okezone, Jumat (26/1/2018).

BERITA TERKAIT +

Dalam seluruh tahapan seleksi LPDP, kurang lebih ada 2-4 esai yang harus disiapkan yaitu Esai Kontribusiku Bagi Indonesia, Esai Rencana Studi, Esai Rencana Karier dan Pengabdian, dan Esai On The Spot. Pengajuan esai akan disesuaikan dengan kategori program LPDP yang ditawarkan baik itu Beasiswa LPDP Reguler, Afirmasi, maupun Beasiswa Indonesia Timur (BIT).

Pada umumnya, penulisan esai ini ada di setiap tahapan seleksi LPDP, mulai dari seleksi administratif sampai seleksi substantif. Namun bagaimana cara membuat esai yang baik dan benar sekaligus menarik perhatian LPDP? Simak tips membuat empat jenis esai seperti dituturkan Shulhan berikut ini:

Esai Kontribusiku Bagi Indonesia

Dalam tahapan seleksi administrasi, setiap calon awardee wajib menulis 2-3 esai sesuai jenis beasiswa LDPD yang dilamar. Pertama, Esai Kontribusiku Bagi Indonesia (KBI). Sesuai ketentuan LPDP, isi dari esai KBI haruslah memuat tiga poin penting, yaitu kontibusi yang sudah dilakukan, yang sedang dilakukan, dan akan dilakukan. Selain itu, LPDP juga membatasi jumlah kata dalam esai ini yaitu 750 kata saja. Artinya, panjang tulisan esai ini boleh kurang namun tidak boleh lebih dari 750 kata atau setara 2 lembar A4.

"Gak perlu membayangkan kontribusi berskala besar atau yang berimplikasi luas di masyarakat. Kontribusi bagi keluarga dan lingkungan sekitar pun sudah dinyatakan kontribusi. Tapi bagaimana meraciknya dalam sebuah tulisan yang menarik? Inilah yang sering dirasa sulit oleh banyak pelamar LPDP," papar Shulhan.

Supaya esai kamu lebih dilirik, perhatikan beberapa poin ini:

1. Paragraf pembuka. Kamu cukup membuat satu paragraf pembuka saja supaya tidak banyak menghabiskan jumlah kata yang akan kamu maksimalkan untuk memaparkan hal yang lebih substantif dalam tubuh esai. Paragraf pembuka bisa terdiri dari 4-7 kalimat pengantar yang menjelaskan diri kamu secara singkat serta pendapat umum yang mendukung isi tulisanmu.

2. Isi tulisan yang terdiri dari: kontribusi yang sudah dilakukan, yang sedang dilakukan, dan yang akan dilakukan. Sebaiknya, kamu menulis secara berurutan dari kontribusi terdahulu hingga yang teranyar, bukan sebaliknya. Sementara untuk poin "yang akan dilakukan", kamu bisa menuliskan rencana program dari aktivitas yang digeluti saat ini atau mengajukan ide baru nan segar yang visioner.

Di poin ini, "jual" diri kamu sebaik dan semenarik mungkin. Tapi ingat, kamu dilarang keras berbohong atau mengada-adakan informasi fiktif, sebab kamu akan didiskualifikasi oleh LPDP jika ketahuan berbohong pada tahapan berikutnya. Kenapa bisa ketahuan? sebab kamu akan dimintai bukti dari setiap kegiatan yang ditulis dalam esai, juga akan diminta menceritakan lebih detil dalam tahap seleksi wawancara.

3. Dalam isi tulisan/esai, sebisa mungkin setiap kontribusi dapat dikategorikan sesuai bidangnya supaya lebih tersruktur dan sistematis. Misalnya, jika kamu punya kontribusi di banyak bidang sebaiknya langsung dikategorisasikan, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan dll. Selain itu, kamu wajib memilah-milih aktivitas mana saja yang dianggap paling penting untuk ditulis.

Kesulitan terbesar bagi pelamar yang kebanyakan kontibusi adalah menuangkankannya secara singkat dalam 750 kata. Bagi yang minus aktivitas, disarankan untuk menulis secara lebih detil dan runut. Hal ini penting, supaya esai kamu tidak dianggap terlalu sedikit dan garing.

4. Paragraf penutup berupa harapan. Biasanya para calon awardee kehabisan kata-kata sebab semua sudah ludes tertuang dalam tubuh esai. Untuk menyiasati kerumitan ini, sebaiknya kamu gunakan kalimat umum yang menggambarkan harapan apa saja yang ditulis pada tubuh esai tanpa mengulangnya secara pointers.

5. Mintalah pendapat dan koreksi dari teman, awardee lain atau bahkan dosen kamu yang pandai menulis. Hal ini akan sangat membantu agar lebih ciamik meracik esai.

6. Tulislah esai dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar sebab LPDP tidak mewajibkan menulis esai apapun dalam bahasa Inggris selama proses seleksi, sekalipun itu untuk tujuan luar negeri. Terkecuali, jika tahun ini LPDP mengubah syarat esai menjadi bahasa Inggris. Terkadang calon awardee memaksakan diri menulis dalam bahasa Inggris, padahal ini menyulitkan baginya sehingga tulisannya pun tidak maksimal. Intinya, jangan mempersulit diri jika LPDP tidak menyaratkan hal tersebut.

7. Terakhir, sebagai pemanis esai, bumbui tulisan dengan quote dari tokoh idola kamu atau publik figur lainnya dan sisipkan itu pada paragraf pembuka atau penutup saja.

Esai Rencana Studi

Rencana studi tidaklah ditulis berdasarkan angan-angan tetapi harus sesuai dengan realitas pendidikan yang akan kamu tempuh nantinya. Dilarang keras mengarang bebas dalam esai ini sebab kamu akan dinilai out of topic. Dan lagi-lagi, tidak boleh melebihi 750 kata sesuai ketentuan LPDP.

Apa saja yang harus Anda tulis dalam esai rencana studi? Simak berikut ini ya.

1. Rencana perkuliahan

Poin pertama ini, kamu wajib menulis secara pointers tiga poin besar yaitu program studi, waktu pelaksanaan studi, dan mata kuliah.

a. Pada poin program studi, kamu harus menulis secara pointers: apa nama institusi tempat berkuliah nanti, program studi berupa strata dua (magister) atau strata tiga (doktoral) dan di bidang apa, jenis program perkuliahan berupa kelas reguler (full time) atau kelas penelitian, lokasi kampus berkualiah nanti (apakah di kampus utama atau kampus cabang), kredit SKS yang akan diambil selama masa kuliah (misal minimal 30 SKS), gelar akademik apa yang anda dapatkan setelah wisuda nanti (misal Master of Art) dan yang paling krusial bahkan sering kali ditanyakan ketika wawancara yaitu alasan pemilihan kampus dan jurusan.

Perkara pemilihan kampus, sebaiknya Anda perhatikan hal-hal berikut: apakah kampus itu berupa kampus negeri (public university) atau kampus swasta (privat university), akreditasi dan reputasi kampus, berapa biaya kuliahnya, urutan peringkat dunia kampus tersebut, unggulkah kampus tersebut dalam jurusan yang kamu pilih, apa saja syarat pendaftarannya, berapa kuota mahasiswa internasionalnya, berapa syarat minimum TOEFL atau IELTS-nya, adakah penyediaan asrama untuk mahasiswa baru, dan adakah acara semisal ospek. Adapun hal di luar ini, semisal adakah asuransi kesehatan dari kampus, silakan Anda masukkan bila dirasa perlu.

b. Waktu pelaksanaan studi. Berilah gambaran umum bahwa waktu perkuliahan kamu akan dimulai pada tahun berapa hingga tahun berapa.

c. Mata kuliah. Kamu dianjurkan menuliskan dalam bentuk tabel, mata kuliah apa saja yang ditawarkan oleh kampus tujuan dan berapa jumlah SKS dari masing-masing mata kuliah dan cantumkan juga jumlah keseluruhan SKS-nya. Seluruh informasi ini bisa kamu temukan di website kampus yang menjelaskan secara rinci.

2. Topik tesis atau disertasi. Poin ini sangat penting bahkan kamu bisa dicecar oleh tim penguji selama tahapan wawancara. Sebab itu, carilah judul tesis atau disertasi yang menarik dan sesuai bidang studi yang dipilih. Sebaiknya, kamu berkonsultasi dengan pembimbing akademik atau dosen pembimbing skripsi/tesis. Hal ini akan membuka wawasan dan memperluas wacana mengenai tesis atau disertasi apa yang akan kamu ajukan nanti.

Sebagai informasi tambahan, setiap wawancara, kamu akan diuji oleh 4 ahli di bidangnya dan salah satunya adalah ahli pada bidang atau jurusan yang kamu ambil. Selain itu, kamu wajib membuat abtsraksi yang menarik tentang tesis atau disertasi tersebut dan tulislah dalam dua paragraf saja. Hal ini berfungsi sebagai gambaran umum bagi tim penguji LPDP dan akan menjadi bahan diskusi nantinya pada tahapan seleksi wawancara.

3. Aktivitas di luar perkuliahan. Kamu harus menjelaskan secara menarik terkait apa saja aktivitas selama masa perkuliahan nanti di kampus negara tujuan. Kamu bisa menjelaskan mulai dari awal masuk kampus sampai aktivitas lainnya yang menunjang studi selama di sana, seperti aktif menulis di jurnal internasional, mengikuti kegiatan KBRI atau bahkan menjadi asisten profesor. Silakan dijabarkan secara gamblang saja, tanpa perlu begitu terperinci.

Esai Rencana Karier dan Pengabdian

Pada esai ini, kamu diminta menjabarkan rencana karier dan pengabdian pasca studi dari kampus negara tujuan, sebab setiap awardee wajib pulang kampung, kembali mengabdi untuk Indonesia tercinta. Esainya, tidak boleh lebih dari 750 kata.

Dalam esai ini, tidak ada tips khusus dikarenakan hanya kamu yang tahu apa rencana karier dan pengabdian kamu nantinya. Namun secara umum, tuangkanlah rencana-rencana besar yang berimplikasi pada pembangunan negara atau masyarakat di daerah-mu. LPDP akan sangat menghargai setiap calon awardee yang visioner pemikirannya dan siap berkontribusi sebanyak-banyaknya bagi kemaslahatan Indonesia.

Bagaimana dengan ambisi pribadi yang juga bagian dari rencana karier? Silakan saja ditulis sebab itu bisa menjadi nilai tambah. Misalnya, kamu ingin menjadi pengusaha bidang ritel atau konsultan bisnis usai berkuliah dan mendapat gelar Master of Business Administration atau bahkan ingin berkarier sebagai PNS sekalipun.

Akhirnya kabar yang ditunggu ini muncul juga. Beasiswa LPDP 2017 kini resmi dibuka. LPDP menyediakan beasiswa S2, beasiswa S3 dan sejumlah program beasiswa menarik lainnya. Salah satu beasiswa LPDP yang paling diminati adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia(BPI) Program Magister dan Doktoral.

Di bawah akan diuraikan bagaimana Anda harus mendaftar beasiswa S2 dan S3 LPDP tersebut. Termasuk dokumen apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum mengajukan beasiswa.

BPI Program Magister dan Doktoral ditujukan bagi setiap warganegara Indonesia. Beasiswa S2 LPDP bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan studi S2 di dalam maupun luar negeri, begitu pun beasiswa S3 LPDP. Yang mungkin membedakan hanya ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi. Tapi, kabar gembiranya beasiswa LPDP adalah beasiswa penuh. Sehingga semua kebutuhan studi, seperti biaya kuliah, biaya hidup, biaya keberangkatan dan kepulangan akan ditanggung oleh LPDP. Tidak itu saja, biaya seperti tunjangan keluarga, tunjangan buku, tunjangan tesis/disertasi, seminar, visa, hingga asuransi kesehatan juga akan disediakan. Ada pula fasilitas lain semisal biaya pendaftaran ke universitas, dan tunjangan kedatangan. 

Beasiswa LPDP sendiri termasuk salah satu beasiswa prestasi. Pernah diulas sebelumnya. Pelamar harus memiliki kemampuan akademik yang unggul serta mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat. Anda bisa mendaftar beasiswa ini untuk program studi yang sama atau berbeda dengan program studi yang sudah diambil sebelumnya. Namun, untuk universitasnya LPDP sudah menetapkan Daftar Universitas Tujuan LPDP. Pelamar bisa memilih universitas yang diminati dari daftar yang telah ditetapkan tersebut. 

Bidang Ilmu Prioritas BPI Program Magister dan Doktoral: 

1. Bidang Teknik

2. Bidang Sains

3. Bidang Pertanian

4. Bidang Kedokteran dan Kesehatan

5. Bidang Akuntansi dan Keuangan

6. Bidang Hukum

7. Bidang Agama

8. Bidang Pendidikan

9. Bidang Sosial

10. Bidang Ekonomi

11. Bidang Budaya, Seni dan Bahasa

Tema Prioritas BPI Program Magister dan Doktoral: 

1. Kemaritiman

2. Perikanan

3. Pertanian

4. Ketahanan Energi

5. Ketahanan Pangan

6. Industri Kreatif

7. Manajemen Pendidikan

8. Teknologi Transportasi

9. Teknologi Pertahanan dan Keamanan

10. Teknologi Informasi dan Komunikasi

11. Teknologi Kedokteran dan Kesehatan

12. Lingkungan Hidup

13. Keagamaan

14. Ketrampilan (Vokasional)

15. Ekonomi/Keuangan Syariah

16. Budaya/Bahasa

17. Hukum Bisnis Internasional

Persyaratan: 

A. Program Magister:
1. Berbadan sehat dan bebas dari narkoba (untuk semua pendaftar), dan untuk tujuan ke luar negeri ditambah dengan bebas TBC yang dinyatakan melalui Surat Keterangan yang dikeluarkan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas/Klinik Pemerintah masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran.
2. Mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
3. Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP;
4. Memilih program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP;
5. Bersedia menandatangani surat pernyataan sebagaimana terlampir yang menyatakan bahwa pendaftar:
   a) Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi;
   b) Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa dari sumber lain;
   c) Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
   d) Tidak pernah/akan terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar kode etik Akademik;
   e) Selalu mengabdi untuk kepentingan Bangsa Indonesia;
   f) Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
   g) Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
   h) Tidak mengajukan perpindahan dari Perguruan Tinggi dalam negeri ke Perguruan Tinggi luar Negeri jika mendaftar program beasiswa magister/doktoral di dalam negeri;
   i) Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai aslinya, apabila ternyata tidak sah, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sebagai pendaftar LPDP.
6. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu :
   a. Masyarakat umum, Aparatur Sipil Negara (ASN) / Pegawai Negeri Sipil (PNS) paling tinggi berusia 35 (tiga puluh lima) tahun.
   b. Aparatur Sipil Negara (ASN) / Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan fungsional sebagai Peneliti/Perekayasa, Medis/Paramedis, dan Guru/Dosen paling tinggi 42 (empat puluh dua) tahun.
7. Telah menyelesaikan studi pada program sarjana/sarjana terapan.
8. Tidak sedang atau telah menempuh studi degree/non degree (on going) program magister baik di Perguruaan Tinggi dalam negeri atau Perguruan Tinggi di luar negeri.
9. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari jenjang studi sebelumnya dengan ketentuan:
   a. Sekurang – kurangnya 3,0 pada skala 4 atau yang setara bagi yang belum memiliki LoA Unconditional.
   b. IPK yang dibawah 3,0 dapat melakukan pendaftaran jika memiliki LoA Unconditional.
   c. LPDP lebih memprioritaskan kepada pendaftar dengan IPK diatas 3,0.
10. Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP.
11. Pendaftar Magister Dalam Negeri harus memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada angka (10) dengan skor sekurang-kurangnya:
    a. TOEFL ITP® 475/iBT® 57/IELTS™ 5,5/TOEIC® 600 bagi pendaftar yang memiliki LoA Unconditional;
    b. TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 650 bagi pendaftar yang tidak memiliki LoA Unconditional; atau
    c. TOAFL 500 bagi program studi yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.
12. Pendaftar Program BPI Magister Luar Negeri harus memilki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada angka 10 memiliki skor sekurang-kurangnya:
    1) TOEFL iBT® 75/IELTS™ 6,5/TOEIC®750 bagi pendaftar yang memiliki LoA Unconditional; atau
    2) TOEFL iBT® 80/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 800 bagi pendaftar yang tidak memiliki LoA Unconditional.
13. Pendaftar BPI Program Magister yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan menggunakan bahasa pengantar yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikecualikan dari persyaratan sebagaimana dimaksud pada angka 11 dan angka 12, serta dibuktikan dengan salinan ijazah dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijazah diterbitkan
14. Ketentuan pada angka 13, dikecualikan bagi pendaftar yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan kriteria sebagai berikut:
    1) Bahasa Inggris untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara tersebut;
    2) Bahasa Arab untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara tersebut;
    3) Bahasa Perancis hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Perancis;
    4) Bahasa Rusia hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Rusia;
    5) Bahasa Spanyol hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Spanyol;
    6) Bahasa Cina/Mandarin untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Cina/Mandarin sebagai bahasa resmi negara tersebut;
15. Pendaftar BPI Magister dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang tidak menggunakan bahasa pengantar sebagaimana dimaksud pada angka 13 dan angka 14 harus mengikuti persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku di negara Perguruan Tinggi Tujuan dan daftar persyaratan kompetensi bahasa asing sebagaimana terlampir.
16. Wajib menyelesaikan masa studi sesuai yang tertuang dalam LoA Unconditional dengan ketentuan sekurang-kurangnya 11 (sebelas) bulan atau paling lama 24 (dua puluh empat) bulan.
17. Pendaftar BPI Program Magister hanya diperbolehkan untuk jenis kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas berikut:
    1) Kelas Malam;
    2) Kelas Eksekutif;
    3) Kelas Karyawan;
    4) Kelas Jarak Jauh;
    5) Kelas Weekend;
    6) Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk;
    7) Kelas yang diselenggarakan lebih dari 1 Perguruan Tinggi kecuali program joint dan double degree sesuai ketentuan LPDP.
18. Menulis rencana studi sesuai program studi magister pada perguruan tinggi tujuan.
19. Menulis 2 (dua) esai (masing-masing 500 sampai 700 kata) dengan tema:
    1) “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/ lembaga/instansi/profesi komunitas saya”; dan
    2) “Sukses Terbesar dalam Hidupku”;

B. Program Doktoral:
1. Berbadan sehat dan bebas dari narkoba (untuk semua pendaftar), dan untuk tujuan ke luar negeri ditambah dengan bebas TBC yang dinyatakan melalui Surat Keterangan yang dikeluarkan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas/Klinik Pemerintah masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran.
2. Mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
3. Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP;
4. Memilih program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP;
5. Bersedia menandatangani surat pernyataan sebagaimana terlampir yang menyatakan bahwa pendaftar:
   a) Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi;
   b) Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa dari sumber lain;
   c) Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
   d) Tidak pernah/akan terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar kode etik Akademik;
   e) Selalu mengabdi untuk kepentingan Bangsa Indonesia;
   f) Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
   g) Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
   h) Tidak mengajukan perpindahan dari Perguruan Tinggi dalam negeri ke Perguruan Tinggi luar Negeri jika mendaftar program beasiswa magister/doktoral di dalam negeri;
   i) Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai aslinya, apabila ternyata tidak sah, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sebagai pendaftar LPDP.
6. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu :
   a. Masyarakat umum, paling tinggi 40 (empat puluh) tahun.
   b. Aparatur Sipil Negara (ASN) / Pegawai Negeri Sipil (PNS), paling tinggi 42 (empat puluh dua) tahun.
   c. Aparatur Sipil Negara (ASN) / Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan fungsional sebagai Peneliti/Perekayasa, Medis/Paramedis, dan Guru/Dosen paling tinggi 47 (empat puluh tujuh) tahun.
7. Telah menyelesaikan studi pada program magister/magister terapan.
8. Tidak sedang atau telah menempuh studi degree/non degree (on going) program magister ataupun doktoral baik di Perguruaan Tinggi dalam negeri atau Perguruan Tinggi di luar negeri.
9. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari jenjang studi sebelumnya dengan ketentuan:
   a. Sekurang-kurangnya 3,25 pada skala 4 atau yang setara bagi yang belum memiliki LoA Unconditional; atau
   b. IPK yang dibawah 3,25 dapat melakukan pendaftaran jika memiliki LoA Unconditional.
   c. LPDP lebih memprioritaskan kepada pendaftar dengan IPK diatas 3,25.
10. Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP.
11. Pendaftar BPI Program Doktoral Dalam Negeri harus memilki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada angka (10) dengan skor sekurang-kurangnya :
    a. TOEFL ITP® 500/iBT® 60/IELTS™ 6,0/TOEIC® 650 bagi pendaftar yang memiliki LoA Unconditional;
    b. TOEFL ITP® 530/iBT® 70/IELTS™ 6,0/TOEIC® 700 bagi pendaftar yang tidak memiliki LoA Unconditional; atau
    c. TOAFL 530 bagi program studi yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.
12. Pendaftar BPI Program Doktoral Luar Negeri harus memilki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada angka (10) memiliki skor sekurang-kurangnya:
    a. TOEFL iBT® 75/IELTS™ 6,5/TOEIC® 800 bagi pendaftar yang memiliki LoA Unconditional; atau
    b. TOEFL iBT® 94/ IELTS™ 7,0/TOEIC® 850 bagi pendaftar yang tidak memiliki LoA Unconditional.
13. Pendaftar BPI Program Doktoral yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan menggunakan bahasa pengantar yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikecualikan dari persyaratan sebagaimana dimaksud pada angka 11 dan angka 12, serta dibuktikan dengan salinan ijazah dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijazah diterbitkan.
14. Ketentuan pada angka 13, dikecualikan bagi pendaftar yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan kriteria sebagai berikut:
    1) Bahasa Inggris untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara tersebut;
    2) Bahasa Arab untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara tersebut;
    3) Bahasa Perancis hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Perancis;
    4) Bahasa Rusia hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Rusia;
    5) Bahasa Spanyol hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Spanyol;
    6) Bahasa Cina/Mandarin untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Cina/Mandarin sebagai bahasa resmi negara tersebut;
15. Pendaftar BPI Doktoral dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang tidak menggunakan bahasa pengantar sebagaimana dimaksud pada angka 13 dan angka 14 harus mengikuti persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku di negara Perguruan Tinggi Tujuan dan daftar persyaratan kompetensi bahasa asing sebagaimana terlampir.
16. Masa studi paling lama 48 (empat puluh delapan) bulan yang tertuang dalam LoA Unconditional.
17. Pendaftar BPI Program Doktoral hanya diperbolehkan untuk jenis kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas berikut:
    1) Kelas Malam;
    2) Kelas Eksekutif;
    3) Kelas Karyawan;
    4) Kelas Jarak Jauh;
    5) Kelas Weekend;
    6) Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk;
    7) Kelas yang diselenggarakan lebih dari 1 Perguruan Tinggi kecuali program joint dan double degree sesuai ketentuan LPDP
18. Menulis ringkasan proposal penelitian sesuai program studi Doktoral pada perguruan tinggi tujuan.
19. Menulis 2 (dua) esai (masing-masing 500 sampai 700 kata) dengan tema:
    1) “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/ lembaga/instansi/profesi komunitas saya”; dan
    2) “Sukses Terbesar dalam Hidupku”;


C. Perguruan Tinggi Tujuan:
1. Ketentuan Perguruan Tinggi tujuan dalam negeri:
   a. institusi yang terakreditasi A dengan program studinya terakreditasi A atau B oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
   b. institusi yang terakreditasi B dengan program studi hanya yang terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
2. Perguruan Tinggi tujuan luar negeri sesuai dengan daftar yang telah ditentukan oleh LPDP.

Simak juga » Beasiswa Pemerintah New Zealand Program S2, S3

Pendaftaran: 

Pengajuan beasiswa LPDP 2017 dilakukan secara online melalui laman resmi LPDP: www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id

Anda bisa membuat akun terlebih dahulu di laman tersebut, kemudian melengkapi formulir pendaftaran yang disediakan. Berikutnya unggah dokumen yang diperlukan berdasarkan keterangan persyaratan di atas. Anda bisa menscan dokumen terlebih dahulu.

Setelah melakukan pendaftaran online, siapkan juga dokumen fisiknya (hard copy) dan juga dokumen asli yang nantinya wajib dibawa ketika mengikuti seleksi wawancara bila dinyatakan lulus seleksi administrasi dan seleksi assessment secara online.

Peserta yang lulus seleksi administrasi pada pendaftaran online akan mengikuti seleksi assessment yang juga digelar secara online. Selanjutnya bila lolos di kedua tahapan tersebut, peserta berhak mengikuti seleksi wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD), dan On the Spot Essay Writing. 

Hasil penetapan kelulusan seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing Beasiswa Pendidikan Indonesia disampaikan kepada pelamar yang lulus melalui akun pendaftaran online pelamar, email atau media elektronik lainnya sesuai waktu telah ditentukan oleh LPDP.

Pendaftaran Beasiswa LPDP 2017 untuk dalam negeri dibuka hingga 3 April 2017. Penetapan hasil seleksi administrasi dokumen pada 17 April 2017, kemudian seleksi assessment secara online diselenggarakan pada 19 - 20 April 2017. Penetapan hasil seleksi assessment tersebut ditetapkan 5 Mei 2017. Sedangkan seleksi substansi akan diselenggarakan 15 Mei - 9 Juni 2017 dan pengumuman penetapan hasil seleksi substansi yakni 19 Juni 2017.

Selanjutnya untuk pendaftaran Beasiswa LPDP 2017 untuk luar negeri dibuka hingga 7 Juli 2017. Penetapan hasil seleksi administrasi dokumen pada 26 Juli 2017, kemudian seleksi assessment secara online diselenggarakan pada 28 - 29 Juli 2017. Penetapan hasil seleksi assessment tersebut ditetapkan 16 Agustus 2017. Sedangkan seleksi substansi akan diselenggarakan 28 Agustus - 30 September 2017 dan pengumuman penetapan hasil seleksi substansi yakni 12 Oktober 2017.

Informasi terkait beasiswa LPDP bisa ditanyakan melalui email: cso.lpdp@kemenkeu.go.id atau langsung kunjungi laman beasiswa LPDP. Semoga berhasil!

FOLLOW US : Terima kasih sudah berkunjung di beasiswapascasarjana.com. Silakan dilanjutkan berburu beasiswanya. Jika bermanfaat, bisa klik tombol bagikan. Atau gabung bersama pembaca lainnya di Facebook, Twitter, Google +, dan di Email. Salam..

0 Replies to “Kontribusiku Bagi Indonesia Essay Lpdp Rispro”

Lascia un Commento

L'indirizzo email non verrà pubblicato. I campi obbligatori sono contrassegnati *